Jakarta, CNBC Indonesia – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membawa kabar melegakan terkait pandemi Covid-19. Lembaga itu meyakini masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakhiri ‘darurat kesehatan’ pada tahun ini.
Dalam sebuah forum internasional beberapa waktu lalu, Direktur Darurat WHO Michael Ryan mengatakan sejumlah hal memberikan sinyal bahwa tahun ini akan jadi titik balik pandemi. Di mana pandemi bisa berubah menjadi virus endemik.
Endemik adalah wabah penyakit yang secara konsisten ada tetapi terbatas pada wilayah tertentu. Seperti halnya sejumlah penyakit seperti malaria dan HIV.
“Kita tidak akan mengakhiri virus tahun ini, kita tidak akan pernah bisa mengakhiri virus. Namun yang dapat kita akhiri adalah ‘darurat kesehatan masyarakat’,” katanya Januari lalu, dikutip CNBC International. “Endemik tidak berarti ‘baik’, itu hanya berarti ‘di sini selamanya’.”
“Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tak ada yang harus mati. Itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan saya. Itulah akhir dari pandemi.”

WHO juga memprediksi pandemi Covid-19 bisa selesai asalkan cakupan vaksinasi global bisa sesuai target. WHO menargetkan sekitar 70% populasi dunia seharusnya sudah mendapat vaksin pada pertengahan 2022.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengamini ini. Namun, ia menjelaskan semua negara harus bekerja sama supaya tidak ada yang cakupan vaksinasinya tertinggal.
“Inilah saatnya untuk mengatasi nasionalisme jangka pendek. Lindungi populasi dan ekonomi dari varian masa depan dengan mengakhiri ketidakadilan suplai vaksin global,” kata Tedros. “Kita memiliki 185 hari untuk mencapai target 70 persen di awal Juli 2022. Dimulai dari sekarang.”
Mengutip Worldometers, Jumat (25/2/2022), angka kesembuhan yang terinfeksi covid-19 sudah mencapai 360.913.896.
Di dunia, negara-negara yang mencatat kasus COVID-19 tertinggi adalah Amerika Serikat, India dan Brasil. Sementara itu, di benua Eropa, negara-negara yang melaporkan kasus COVID-19 terbanyak adalah Prancis, Eropa dan Rusia.

source