Sumber: covid19.go.id,Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumlah kasus Covid-19 baru di Indonesia pada Jumat 18 Februari 2022 masih meningkat pesat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai gejala Omicron yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 hingga 18 Februari 2022.
Mewaspadai gejala Omicron ini penting dilakukan karena berbeda dengan kasus Covid-19 sebelumnya. Dengan mengenali gejala Omicron, masyarakat bisa langsung melakukan isolasi mandiri dan tes deteksi Covid-19.
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 59.635 kasus baru infeksi virus corona hingga 18 Februari 2022. Dengan demikian, ada 5.089.637 kasus positif Covid-19 per 18 Februari 2022 sejak diumumkan pada Maret 2020.
Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Covid-19 per 18 Februari 2022 bertambah 32.904 orang sehingga menjadi sebanyak 4.447.210 orang.
Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat kasus Covid-19 per 18 Februari 2022 Indonesia bertambah 216 orang menjadi sebanyak 146.044 orang.
Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 18 Februari 2022 mencapai 496.383 kasus, bertambah 26.515 kasus dibanding sehari sebelumnya.
Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dalam sepekan ini bertambah sangat pesat. Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan ada tambahan 63.956 kasus baru corona pada Kamis, 17 Februari 2022.
Sehari sebelumnya, kasus Covid-19 per 16 Februari 2022 di Indonesia bertambah 64.718 kasus. Jumlah kasus Covid-19 16 Februari 2022 ini merupakan rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. '
Baca Juga: Anak Mengalami Batuk dan Pilek, Apakah Gejala Covid-19 Omicron? Ini Kata Dokter
Gejala Covid-19 Omicron
Dilansir dari Kompas.com, ada sejumlah gejala Covid-19 Omicron yang banyak terjadi. Gejala Covid-19 Omicron ini berdasarkan penelitian di Inggris.
Tim Spector peneliti dari ZOE Covid menggunakan aplikasi pelacak Covid-19 di Inggris untuk mencatat gejala yang dikeluhkan pasien Omicron. Sekitar 4,7 juta pengguna aplikasi dapat memasukkan gejala apa saja yang dialami, termasuk gejala klasik Covid-19 seperti demam, batuk, hingga anosmia atau hilangnya kemampuan mencium.
“Bukti yang ada menunjukkan bahwa orang yang telah menerima dua dosis vaksin biasanya menunjukkan gejala (Omicron) yang tidak terlalu parah, seperti sakit kepala, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan kehilangan kemampuan mencium,” papar kepala eksekutif di Royal Society for Public Health, Christina Marriott.
Sementara ini, informasi terbaru yang tercatat di aplikasi ZOE Covid mengungkapkan lima ciri-ciri gejala Covid-19 Omicron teratas yang banyak dikeluhkan pasien, di antaranya sakit kepala, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan batuk.
Ciri-ciri gejala Covid-19 Omicron
1. Sakit kepala
Gejala Covid-19 Omicron yang banyak dikeluhkan pasien adalah sakit kepala. Sakit kepala diketahui merupakan salah satu gejala yang paling umum akibat infeksi Covid-19.
Riset tersebut juga menunjukkan sakit kepala akibat virus corona yang dirasakan pasien mulai dari:
- Nyeri atau sakit kepala sedang hingga berat
- Kepala terasa berdenyut, menekan, atau menusuk
- Sakit kepala dapat terjadi di kedua sisi kepala
- Sakit kepala berlangsung selama lebih dari tiga hari dan tidak mampu diobati dengan obat penghilang rasa sakit biasa
2. Pilek
Selama musim dingin di Inggris, pilek menjadi gejala Covid-19 Omicron kedua yang paling sering dilaporkan setelah sakit kepala. Setidaknya hampir 60 persen orang yang positif Covid-19 dengan gejala anosmia juga mengeluhkan pilek. Para peneliti menggarisbawahi saat tingkat infeksi rendah, kemungkinan besar pilek bukan disebabkan oleh virus corona, tetapi alergi.
3. Bersin-bersin
Ciri-ciri gejala Covid-19 Omicron yang ditemukan oleh tim peneliti selanjutnya adalah bersin-bersin. Gejala Covid-19 Omicron bahkan terjadi pada orang yang sudah divaksinasi Covid-19. Di sisi lain, tim menjelaskan bersin tidak selalu mengindikasikan infeksi varian Omicron tetapi bisa menandakan alergi maupun pilek biasa. “Meskipun banyak orang dengan Covid mungkin (bergejala) bersin-bersin, itu bukan gejala yang pasti karena bersin sangat umum,” tulis para peneliti.
4. Sakit tenggorokan
Banyak pasien Omicron melaporkan bahwa mereka mengalami gejala atau menderita sakit tenggorokan yang kerap dialami saat pilek maupun radang tenggorokan. Studi ZOE Covid mencatat, gejala sakit tenggorokan akibat infeksi Covid-19 Omicron cenderung ringan dan berlangsung kurang dari lima hari.
Apabila sakit tenggorokan sangat menyakitkan, peneliti berkata mungkin menandakan kondisi kesehatan lainnya, untuk itu Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Berdasarkan data yang terkumpul, hampir setengah dari pasien Covid-19 mengalami sakit tenggorokan yang banyak terjadi pada usia 18 sampai 65 tahun.
5. Batuk
Batuk terus-menerus umumnya menandakan gejala Covid-19 Omicron. Akan tetapi, studi ini menunjukkan hanya sekitar empat dari 10 pasien yang merasakan batuk-batuk. Adapun gejala batuk yang berkaitan dengan infeksi Covid-19 Omicron biasanya batuk kering, bukan batuk berdahak.
Batuk gejala Covid-19 Omicron ini juga bisa berlangsung sekitar empat atau lima hari bergantung pada derajat penyakit. Apabila Anda mengalami batuk dan dibarengi dengan gejala Covid-19 lainnya, segera lakukan tes PCR maupun rapid test antigen.
Itulah perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia hingga 18 Februari 2022 dan gejala Omicron yang sering dikeluhkan para pasien. Mari patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News